PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DAN METODE KEPRAMUKAAN

 

 

Pendahuluan

 

Baden Powell sebagai penemu pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan dan menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan itu harus diterapkan secara keseluruhan. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.

Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang diciptakan Baden Powell itu tertulis dalam Anggaran Dasar Kepramukaan sedunia, Bab IV sebagai berikut :

  1. Kewajiban terhadap Tuhan dan agama
  2. Setia kepada Negara
  3. Persahabatan dan persaudaraan sedunia
  4. Menolong sesama hidup
  5. Satya dan Darma Pramuka
  6. Kesukarelaan
  7. Non politik
  8. Metoda latihan yang unik bagi anak dan pemuda, dalam bentuk kegiatan yang diarahkan untuk menyiapkan mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab, dan atas dasar :
  1. sistem beregu;
  2. sistem tanda kecakapan;
  3. kegiatan di alam terbuka.

 

Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang merupakan bukti bahwa kepramukaan itu bersifat universal, adalah merupakan syarat mutlak untuk diterima sebagai anggota Organisasi Kepramukaan Sedunia.

 

Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK Dan MK)

 

Gerakan Pramuka menerapkan prinsip dasar kepramukaan yang disusun oleh Baden Powell disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan serta perkembangan bangsa Indonesia. Untuk membedakan antara prinsip dan metode maka diadakan perubahan, dan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan diganti dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukan dari pendidikan lain. Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan dan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.

 

Prinsip dasar kepramukaan
  1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Peduli terhadap diri pribadinya;
  3. taat kepada kode kehormatan pramuka.

Prinsip dasar kepramukaan berfungsi sebagai :

  1. Norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka
  2. Landasan kode etik Gerakan Pramuka;
  3. Landasan sistem nilai Gerakan Pramuka;
  4. Pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka;
  5. Landasan gerak dan kegiatan pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Menerima secara sukarela prinsip dasar kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:

  1. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
  2. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
  4. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya.  Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.

 

Metode Kepramukaan

Metode kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :

  1. Pengamalan kode kehormatan pramuka;
  2. Belajar sambil melakukan;
  3. Sistem berkelompok;
  4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
  5. Kegiatan dialam terbuka;
  6. Sistem tanda kecakapan;
  7. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  8. Kiasan dasar.

Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan kode kehormatan. Metode kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

Pengamalan kode kehormatan dilaksanakan dengan :

  1. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
  2. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.
  3. Mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.
  4. Memiliki sikap kebersamaan, tidak mementingkan diri sendiri, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat, membina persaudaraan dengan pramuka sedunia.
  5. Hidup secara sehat jasmani dan rohani.
  6. Belajar mendengar, menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain, membina sikap mawas diri, bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan sabar.
  7. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial, membina kesukarelaan dan kesetiakawanan, membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.
  8. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan, sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan, berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya, riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan.
  9. Bertindak dan hidup secara hemat, serasi dan tidak berlebihan, teliti, waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir, dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
  10. Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan, berani dalam kebenaran, berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan dan kesepakatan.
  11. Membiasakan diri menepati janji, mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan, bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi.
  12. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan, berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berbicara.

Belajar sambil melakukan dilaksanakan dengan :

  1. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda.
  2. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul, daripada hanya menjadi penonton.

Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggungjawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan.Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak, yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri, yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka.

            Kegiatan menantang dan progresif serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda dilakukan dengan :

  1. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi pramuka, sedangkan mereka yang telah menjadi pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut.
  2. Kegiatan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan, dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda.
  3. Kegiatan yang memperhatikan tiga soko guru dalam kepramukaan ialah modern, manfaat, taat asas.
  4. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya.
  5. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok.
  6. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda, sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan.
  7. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin, umur dan kemampuannya, dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.
  8. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka, serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.

Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan. Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerjasama dan rasa memiliki.

Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. Setiap pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.

                        Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Satuan pramuka puteri dibina oleh pembina puteri, satuan pramuka putera dibina oleh pembina putera.
  2. Tidak dibenarkan satuan pramuka puteri dibina oleh pembina putera dan sebaliknya, kecuali perindukan siaga putera dapat dibina oleh pembina puteri.
  3. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan, harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah; perkemahan puteri dipimpin oleh pembina puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh pembina putera.

 

Pelaksanaan penggunaan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan harus diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia. Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu hanis mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani, rokhani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek secara praktis, dengan menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta sistem among.

Pelaksanaan kegiatan yang menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta sistem among ini menggunakan pandangan dan memperlakukan tiap peserta didik sebagai makhluk Tuhan, makhluk pribadi dan makhluk sosial. Peserta didik merupakan subyek didik, yang ikut menentukan corak kegiatan kepramukaan, yaitu dengan memperhatikan minat, harapan, kernampuan dan kebutuhan mereka. Pendidikan Kepramukaan juga dilandasi dengan :

  1. Pendidikan yang berpusat pada Tuhan, yaitu bahwa keglatannya merupakan pelaksanaan kewajiban terhadap Tuhan, sesuai dengan agamanya masing-masing.
  2. Pendidikan yang berpusat pada anak dan pemuda, yaitu bahwa kegiatannya dilakukan atas prakarsa mereka, dari, dan untuk mereka sendiri, serta oleh mereka pula rneskipun tetap di bawah tanggung jawab orang dewasa.
  3. Pendidikan yang berpusat pada masyarakat yaitu bahwa kegiatannya disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, harapan dan kebutuhan masyarakat.
Pos ini dipublikasikan di PRAMUKA dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s