RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATEMATIKA

RPP MATEMATIKA

Program pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus diimplementasikan oleh guru dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu kompetensi dasar, merupakan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran.


Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi.


Berikut adalah contoh RPP MATEMATIKA untuk SMK KELAS XI. Silakan di download saja melalui link di bawah ini


RPP 1 – 2 MATEMATIKA SEMESTER I SMK KELAS XI klik di sini


RPP 3 – 5 MATEMATIKA SEMESTER I SMK KELAS XI klik di sini


RPP 6 – 9 MATEMATIKA SEMESTER I SMK KELAS XI klik di sini


RPP 10 – 12 MATEMATIKA SEMESTER I SMK KELAS XI klik di sini


Posted by: Puspa Asri Permatasari S.

Dipublikasi di pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

MEDIA PEMBELAJARAN

MEDIA PEMBELARAN

Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.

Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran

Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran

media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Ada beberapa jenis media pembelajaran. Diantaranya yang berupa Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik. Media Audio : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.

Berikut adalah beberapa contoh MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA yang berupa CD presentasi. Silakan untuk di download. Gratis!

LUAS BANGUN DATAR klik di sini

DIMENSI TIGA klik di sini

DIMENSI TIGA JARAK klik di sini

DIMENSI TIGA PROYEKSI SUDUT klik di sini

GARIS DAN SUDUT klik di sini

POLA BARIS BILANGAN

Dipublikasi di pendidikan | Tinggalkan komentar

MENGENAL KUBUS

KUBUS

 A.       DEFINISI KUBUS

Kubus adalah bangun ruang yang berbentuk yang semua sisinya berbentuk persegi.

Sisi pada kubus sepasang-sepasang berhadapan satu sisi dinamakan bidang alas atau dasar. Sedangkan sisi yang berhadapan dengan alas dinamakan bidang atas atau tutup. Sisi-sisi yang lainya di namakan sisi tegak atau dinding. Pertemuan dua sisi beruparuas garis dinamakan rusuk.rusuk-rusukbidang atas dinamakan rusuk atas, rusuk-rusuk bidang bawah dinamakan rusuk bawah. Sedangkan rusuk-rusuk yang lainnya dinamakan rusuk-rusuk tegak.

Kubus 1

Gambar kubus ABCD EFGH.

Pertemuan 3 rusuk dinamakan titk sudut atau pojok kubus. Ada 8 sudut sepasang-pasang berhadapan.

Diagonal suatu sisi kubus dinamakan diagonal sisi. Dua titik sudut yang berhadapan dalam kubus yang dihubungkan dengan garis à garis tersebut disebut diagonal ruang. Sebagai ilustrasi diagonal AG.

Unsur-unsur kubus :

  1. Sisi/bidang

Sisi kubus adalah bidang yang membatasi kubus

2.  Rusuk

Rusuk kubus adalah garis potong antara 2 sisi bidang kubus dan terlihat seperti kerangka yang menyusun kubus. Kubus ABCD.EFGH memiliki 12 rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan DH

3.  Titik sudut

Titik sudut kubus adalah titik potong antara 2 rusuk

Kubus memiliki 8 buah titik sudut

4.  Diagonal bidang

Diagonal bidang adalah garis yang menghubungkan titik A dan F yang saling berhadapan dalam satu sisi atau bidang.

5.  Diagonal ruang

Pada kubus ABCD.EFGH terdapat ruas garis HB yang menghubungkan 2 titik sudut yang saling berhadapan dalam 1 ruang, ruas garis tersebut dinamakan diagonal ruang.

6.  Bidang diagonal

Pada gambar terlihat 2 buah diagonal bidang yaitu AC dan GE. Ternyata, diagonal AC dan GE beserta 2 rusuk sejajar yaitu AE dan CG membentuk suatu bidang di dalam ruang kubus bidang ACGE pada kubus ABCD. Bidang ACGE disebut sebagai bidang diagonal.

Sifat-sifat kubus :

  1. Semua sisi kubus berbentuk persegi.

Sisi ABCD, EFGH, ABFE, dan seterusnya memiliki bentuk persegi dan memiliki luas yang sama.

  1. Semua rusuk kubus berukuran sama panjang
  2. Setiap digonal bidang pada kubus memiliki ukuran yang sama panjang
  3. Setiap diagonal ruang pada kubus memiliki ukuran sama panjang
  4. Setiap bidang diagonal pada kubus memiliki bentuk persegi panjang

Kubus 2

BDHF à Bidang Diagonal

Ruas garis HF à Diagonal sisi

ABCD sisi bawah / dasar / alas.

EF GH sisi atas / tutup

BC GF dll sisi tegak

 

B.        LUAS PERMUKAAN KUBUS

Kubus 3Kubus 4

Misal panjang rusuk kubus adalah A maka.

Luas kubus : luas ABFE + luas BCGF + luas CDHG + luas ADHE + luas ABCD + luas EFGH

Luas kubus   : a x a + a x a + a x a + a x a + a x a + a x a

: a2 + a2 + a2 + a2 + a2 + a2

                                           : 6a2

Kubus 5

 

C.       VOLUME KUBUS

Pada gambar (a) tampak kubus satuan yang memiliki 1 satuan panjang. Volume kubus satuan (1 x 1 x 1) satuan volume 1 satuan volume. Pada gambar (b) tampak kubus yang memiliki panjang rusuk 3 satuan volume kubusnya (3 x 3 x 3) satuan volume = 27 satuan volume.

Kubus 6

Dengan demikian volume kubus (V) yang memiliki panjang rusuk a dirumuskan

V = a x a x a = a3

kubus 7

Sama dengan V = a x a x = a3

V : Volume kubus
a  : Panjang rusuk kubus

Postet by : Puspa Asri Permatasari S.

 

Dipublikasi di belajar | Tinggalkan komentar

TEOREMA PYTHAGORAS BANGSA CINA (KUNO)

PYTHAGORAS 1

c2 = a2 + b2

TEOREMA PYTHAGORAS BANGSA CINA KUNO

Teorema Pythagoras sebetulnya tidak ditemukan oleh Pythagoras, melainkan sudah ditemukan oleh matematikawan-matematikawan dari India, Yunani, Cina dan Babilonia. Pemberian nama Pythagoras untuk teorema tersebut hanyalah karena Pythagoras-lah yang pertama kali mampu membuktikan kebenaran umum dari teorema tersebut secara matematis

Untuk lebih jelasnya baca selanjutnya di sini

Dipublikasi di belajar | Tinggalkan komentar

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN

PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DAN METODE KEPRAMUKAAN

 

 

Pendahuluan

 

Baden Powell sebagai penemu pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan dan menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan itu harus diterapkan secara keseluruhan. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.

Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang diciptakan Baden Powell itu tertulis dalam Anggaran Dasar Kepramukaan sedunia, Bab IV sebagai berikut :

  1. Kewajiban terhadap Tuhan dan agama
  2. Setia kepada Negara
  3. Persahabatan dan persaudaraan sedunia
  4. Menolong sesama hidup
  5. Satya dan Darma Pramuka
  6. Kesukarelaan
  7. Non politik
  8. Metoda latihan yang unik bagi anak dan pemuda, dalam bentuk kegiatan yang diarahkan untuk menyiapkan mereka menjadi anggota masyarakat yang bertanggungjawab, dan atas dasar :
  1. sistem beregu;
  2. sistem tanda kecakapan;
  3. kegiatan di alam terbuka.

 

Prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang merupakan bukti bahwa kepramukaan itu bersifat universal, adalah merupakan syarat mutlak untuk diterima sebagai anggota Organisasi Kepramukaan Sedunia.

 

Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK Dan MK)

 

Gerakan Pramuka menerapkan prinsip dasar kepramukaan yang disusun oleh Baden Powell disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan serta perkembangan bangsa Indonesia. Untuk membedakan antara prinsip dan metode maka diadakan perubahan, dan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan diganti dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukan dari pendidikan lain. Prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan dan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi masyarakat.

 

Prinsip dasar kepramukaan
  1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Peduli terhadap diri pribadinya;
  3. taat kepada kode kehormatan pramuka.

Prinsip dasar kepramukaan berfungsi sebagai :

  1. Norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka
  2. Landasan kode etik Gerakan Pramuka;
  3. Landasan sistem nilai Gerakan Pramuka;
  4. Pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka;
  5. Landasan gerak dan kegiatan pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Menerima secara sukarela prinsip dasar kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:

  1. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
  2. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
  4. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya.  Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.

 

Metode Kepramukaan

Metode kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui :

  1. Pengamalan kode kehormatan pramuka;
  2. Belajar sambil melakukan;
  3. Sistem berkelompok;
  4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;
  5. Kegiatan dialam terbuka;
  6. Sistem tanda kecakapan;
  7. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  8. Kiasan dasar.

Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari prinsip dasar kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan kode kehormatan. Metode kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

Pengamalan kode kehormatan dilaksanakan dengan :

  1. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
  2. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.
  3. Mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.
  4. Memiliki sikap kebersamaan, tidak mementingkan diri sendiri, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat, membina persaudaraan dengan pramuka sedunia.
  5. Hidup secara sehat jasmani dan rohani.
  6. Belajar mendengar, menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain, membina sikap mawas diri, bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan sabar.
  7. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial, membina kesukarelaan dan kesetiakawanan, membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.
  8. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan, sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan, berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya, riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan.
  9. Bertindak dan hidup secara hemat, serasi dan tidak berlebihan, teliti, waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir, dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
  10. Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan, berani dalam kebenaran, berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan dan kesepakatan.
  11. Membiasakan diri menepati janji, mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan, bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi.
  12. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan, berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berbicara.

Belajar sambil melakukan dilaksanakan dengan :

  1. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda.
  2. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul, daripada hanya menjadi penonton.

Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggungjawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan.Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak, yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri, yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka.

            Kegiatan menantang dan progresif serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda dilakukan dengan :

  1. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi pramuka, sedangkan mereka yang telah menjadi pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut.
  2. Kegiatan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan, dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda.
  3. Kegiatan yang memperhatikan tiga soko guru dalam kepramukaan ialah modern, manfaat, taat asas.
  4. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya.
  5. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok.
  6. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda, sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan.
  7. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin, umur dan kemampuannya, dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.
  8. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka, serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.

Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan. Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam. Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerjasama dan rasa memiliki.

Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda. Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan. Setiap pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.

                        Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Satuan pramuka puteri dibina oleh pembina puteri, satuan pramuka putera dibina oleh pembina putera.
  2. Tidak dibenarkan satuan pramuka puteri dibina oleh pembina putera dan sebaliknya, kecuali perindukan siaga putera dapat dibina oleh pembina puteri.
  3. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan, harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah; perkemahan puteri dipimpin oleh pembina puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh pembina putera.

 

Pelaksanaan penggunaan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan harus diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar dapat dijamin bahwa pendidikan itu akan menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang sesuai dan memenuhi keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia. Usaha Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuannya itu hanis mengarah pada pengembangan dan pembinaan watak, mental, jasmani, rokhani, bakat, pengetahuan, pengalaman dan kecakapan pramuka, melalui kegiatan yang dilakukan dengan praktek secara praktis, dengan menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta sistem among.

Pelaksanaan kegiatan yang menggunakan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan serta sistem among ini menggunakan pandangan dan memperlakukan tiap peserta didik sebagai makhluk Tuhan, makhluk pribadi dan makhluk sosial. Peserta didik merupakan subyek didik, yang ikut menentukan corak kegiatan kepramukaan, yaitu dengan memperhatikan minat, harapan, kernampuan dan kebutuhan mereka. Pendidikan Kepramukaan juga dilandasi dengan :

  1. Pendidikan yang berpusat pada Tuhan, yaitu bahwa keglatannya merupakan pelaksanaan kewajiban terhadap Tuhan, sesuai dengan agamanya masing-masing.
  2. Pendidikan yang berpusat pada anak dan pemuda, yaitu bahwa kegiatannya dilakukan atas prakarsa mereka, dari, dan untuk mereka sendiri, serta oleh mereka pula rneskipun tetap di bawah tanggung jawab orang dewasa.
  3. Pendidikan yang berpusat pada masyarakat yaitu bahwa kegiatannya disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, harapan dan kebutuhan masyarakat.
Dipublikasi di PRAMUKA | Tag , , | Tinggalkan komentar

GURU YANG BAIK

Syarat Guru yang Baik dan Berhasil

Tidak sembarang orang dapat melaksanakan tugas profesional sebagai seorang guru. Untuk menjadi guru yang baik haruslah memnuhi syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah (Ngalim Purwanto,1985:170-175). Syarat utam untuk menjadi seorang guru, selain berijazah dan syarat-syarat mengenai kesehatan jasmani dan rohani, ialah mempunyai sifat-sifat yang perlu untuk dapat memberikan pendidikan dan pembelajaran. Selanjutnya, dari syarat-syarat tersebut dapat dijabarkan secara lebih terperinci, yaitu sebagai berikut :

a.   Guru harus berijazah

Yang dimaksud ijazah disini adalah ijazah yang dapat memberi wewenang untuk menjalankan tugas sebagai seorang guru di suatu sekolah tertentu.

b.   Guru harus sehat Rohani dan Jasmani

Kesehatan rohani dan jasmani merupakan salah satu syarat penting dalam setiap pekerjaan. Karena orang tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika ia diserang suatu penyakit. Sebagai seorang guru syarat tersebut merupakan syaarat mutlak yang tidak dapat diabaikan. Misalnya saja seorang guru yang sedang terkena penyakit menular tentu saja akan membahayakan bagi peserta didiknya.

c.   Guru harus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berkelakuan baik

Sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu membentuk manusia yang susila yang bertaqwa kepada Tuhan YME maka sudah selayaknya guru sebagai pendidik harus dapat menjadi contoh dalam melaksanakan ibadah dan berkelakuan baik.

d.   Guru haruslah orang yang bertanggung jawab

Tugas dan tanggung jawab guru sebagai seorang pendidik, pembelajar dan pembimbing bagi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung yang telah dipercayakan orang tua/wali kepadanya hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Selain itu guru juga bertanggung jawab terhadap perilaku masyarakat dan lingkungan disekitarnya.

e.   Guru di Indonesia harus berjiwa nasional

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang mempunyai bahasa dan adat istiadat berlainan. Untuk menanamkan jiwa kebangsaan merupakan tugas utama seorang guru, karena itulah guru harus terlebih dahulu berjiwa nasional.

Syarat-syarat di atas adalah syarat umum yang berhubungan dengan jabatan sebagai guru. Selain itu ada syarat lain yang sangat erat hubungannya dengan tugas guru disekolah antara lain (DR. H. Hamzah.B.Uno 2007:30) (1) harus adil dan dapat dipercaya (2) sabar, rela berkorban, dan menyayangi peserta didiknya (3) memiliki kewibawaan dan tanggung jawab akademis, (4) harus memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan menguasai benar mata pelajaran yang dibinanya, (5) harus selalu instropeksi diri dan siap menerima kritik dari siapapun, (6) harus berupaya meningkatkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dipublikasi di pendidikan | Tag , | Tinggalkan komentar

KOMPETENSI DAN TUGAS GURU

Kompetensi Dan Tugas Guru

Kompetensi profesional guru adalah merupakan suatu keharusan dalam mewujudkan sekolah berbasis pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang pemahaman tentang pembelajaran, kurikulum, dan perkembangan manusia termasuk gaya belajar (Kariman,2002). Pada umumnya disekolah-sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi profesional akan menerapkan “pembelajaran dengan melakukan” untuk menggantikan cara mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan.

Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme yaitu, guru yang profesional adlah guru yang kompeten (berkemampuan), karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya dengan kemampuan tinggi (Muhibbin Syah: 230). Dengan kata lain kompetensi adalah pemilikan, penguasaan, ketrampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang. (A.Piet Sahertian :4)

 

Sedangkan menurut Depdikbud kompetensi yang harus dimiliki seorang guru (Komponen Dasar Kependidikan :25-26 ) adalah :

  1. Kompetensi Profesional, guru harus memiliki pengetahuan yang luas dari subject matter ( bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar.
  1. Kompetensi Personal, artinya sikap kepribadian yang mantap sehingga mampu menjadi sumbr intensifikasi bagi subjek. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian yang pantas diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara, yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani
  1. Kompetensi Sosial, artinya guru harus mampu menunjukkan dan berinteraksi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.
  1. Kompetensi untuk melakukan pelajaran yang sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai-nilai sosial dari nilai material.

 Dalam suasana seperti itu, peserta didik dilibatkan secara aktif dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data evaluasi, serta menyajikan dan mempertahankan pandangan dan hasil kerja mereka kepada teman sejawat dan yang lainnya. Sedangkan para guru dapat bekerja secara intensif dengan guru lainnya, dalam merencanakan pembelajaran baik individual maupun tim, membuat keputusan tentang mendesai sekolah kolaborasi tentang pengembangan kurikulum, dan partisipasi dalam penilaian. Berikut akan diuraikan tentang kompetensi profesional yang harus menjadi andalan guru dalam melaksanakan tugasnya.

Dipublikasi di pendidikan | Tag , | 2 Komentar